Cermin 26
Angin malam berlari menyentuh jiwa
dipandangnya bayang dibalik cermin
insan insan berlangkah tinggal
memangkah ini yang dinama takdir?
serasa rimba jadi semati tugu
tingallah nafas menggapai masa berlalu
tak ada guna tetes air mata
bayangan lalu telah tertutup senyum disisinya
lukisan cermin 26 berhias nua belah diri

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home